Kartika Eka Sari, Antariksa, dan Ismu Rini Dwi Ari
Abstrak
Koridor Jalan Veteran beserta 11 bangunan didalamnya ditetapkan pemerintah Kota Surabaya sebagai situs cagar budaya, namun di lain pihak, JPPI telah mengkategorikan kawasan Jalan Veteran sebagai pusaka budaya terancam punah di Surabaya. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah upaya pelestarian yang terlalu bersifat individual tanpa diintegrasikan dengan elemen ruang koridor, perubahan arah transportasi tidak diawali dengan fasade bangunan kuno serta bangunan kuno terlantar, tidak dihuni/difungsikan. Tujuan penelitian untuk: 1) mengidentifikasi karakteristik koridor Jalan Veteran dari sejarah perkembangan, aspek guna lahan, transportasi dan kepadatan bangunan; 2) menganalisis potensi dan permasalahan menggunakan metode statistik deskriptif dan teori perancangan kota. Fungsi Jalan Veteran sebagai kawasan niaga yang dipengaruhi JMP dan Kembang Jepun dapat ditingkatkan menjadi skala regional. Arus transportasi dipengaruhi arus menerus (82%) dan arus lokal (18%) dengan kelas pelayanan C. Tipologi ruang dinamis dengan sifat ground figuratif. Potensi yang dimiliki adalah kebijakan pelestarian pemerintah yang sangat mendukung, fungsi kegiatan tidak pernah berubah sejak jaman Kolonial, skala dan tipologi ruang yang harmonis dapat menciptakan keselarasan visual. Permasalahan yang dimiliki adalah kondisi transportasi mengurangi pandangan ke facade bangunan kuno, prosentase arus menerus yang lebih besar dari arus lokal, konflik parkir antara kendaraan pribadi dengan kendaraan barang dan elemen street furniture yang belum dihadirkan sebagai pembentuk identitas cagar budaya.
Kata kunci: Jalan Veteran, cagar budaya, potensi, permasalahan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Surabaya sebagai kota yang sudah berdiri sejak tanggal 31 Mei 1293 memiliki sejarah panjang sejak jaman Kerajaan Hindu-Mataram sampai kolonial Belanda (Handinoto, 1996). Sebagai sebuah kota yang memiliki sejarah panjang, Kota Surabaya juga memiliki suatu pusat kota lama yang dikenal juga dengan nama kota bawah (Beneden Stad).
Menurut Handinoto (1996: 91), Koridor Jalan Veteran merupakan bagian dari pola jalan kota lama yang jalan-jalan utamanya sebagai berikut :
- Heerenstraat (sekarang Jalan Rajawali) ;
- Willemstraat (sekarang Jalan Jembatan Merah) ;
- Roomkatholikstraat (sekarang Jalan Kepanjen) ;
- Boomstraat (sekarang Jalan Branjangan) ;
- Schoolstraat (sekarang Jalan Garuda) ;
- Werfstraat (sekarang Jalan Penjara) ; dan
- Societeitstraat (sekarang Jalan Veteran).
Pada koridor Jalan Veteran (Societeit Straat) terdapat deretan bangunan dengan keanekaragaman arsitektur peninggalan kolonial Belanda yang memperlihatkan perkembangan arsitektur Belanda mulai tahun 1870-an sampai tahun 1940-an (Kwanda, 2004). Keanekaragaman gaya arsitektur bangunan tersebut dapat menjadi bukti fisik sejarah perkembangan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya. Di sekitar pusat kota muncul kegiatan perdagangan dengan pusat di Jalan Rajawali, setelah tahun 1900-an daerah perdagangan meluas ke arah selatan dan timur sampai ke Jalan Veteran (Handinoto, 1996: 53). Hal tersebut berdampak pada perkembangan jalan Veteran terutama karena tahun 1920-an merupakan tahun-tahun pemantapan bagi kekuasaan Belanda di Indonesia dan ditampilkan melalui pembangunan fisik yang pesat pada tahun 1920-an.
Perkembangan kota terwujud dalam peningkatan kebutuhan warga kota untuk kegiatan-kegiatan baru terutama yang bersifat komersil (Ichwan, 2004). Menurut Ichwan (2004), tumbuhnya kegiatan-kegiatan mengubah peruntukan, fasade bangunan, dan penghancuran bangunan dan kawasan serta mengubah kawasan lama menjadi kawasan baru. Oleh sebab itu, perkembangan kota yang pesat dapat mengancam keberadaan bangunan kuno di kawasan kota lama apabila tidak memperhatikan strategi pelestarian bangunan dan lingkungan kuno bersejarah. Pemerintah Kota Surabaya menetapkan konsep pengembangan di koridor Jalan Veteran melalui suatu produk rencana tata ruang, yaitu RTRK UP Krembangan Selatan. RTRK UP Krembangan juga menetapkan arahan pembagian unit pelayanan di Jalan Veteran sebagai kawasan dengan fungsi kegiatan skala regional dan kota. Sebagai lingkungan dan bangunan yang mempunyai nilai arsitektur khas dan langka, ditetapkan arahan pembangunan antara lain, mempertahankan bentuk dan langgam yang ada, merestorasi bangunan-bangunan yang ditutup dengan fasade iklan dan menghilangkan tempelan-tempelan pada fasade yang tidak bersesuaian dengan wajah asli bangunan, serta pembangunan baru harus menyesuaikan langgam arsitektur yang sudah ada (RTRK UP Krembangan Selatan, 2001-2006).
Arahan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RTRK UP Krembangan pada kenyataanya tidak semua diaplikasikan di lapangan. Masih terdapat beberapa bangunan di koridor Jalan Veteran yang kosong, tidak dihuni/difungsikan dan terlantar, selain itu terdapat tempelan-tempelan poster iklan pada fasade bangunan, sehingga mengurangi perawatan terhadap bangunan kuno. Menurut Kwanda (2004), terlihat kekontrasan antara bangunan baru dengan bangunan lama di koridor Jalan Veteran, disebabkan oleh tinggi, bahan dan warna bangunan serta tampilan fasade yang sangat berbeda.
Koridor Jalan Veteran Surabaya sudah ditetapkan pemerintah Kota Surabaya sebagai situs cagar budaya sebagai bukti ciri khas kota niaga pada jaman kolonial di Surabaya (SK No. 188.45/004/402.1.04/1998) , sedangkan bangunan di Koridor Jalan Veteran yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya dalam SK No. 188.45/251/402.1.04/1996 dan SK No. 188.45/004/402.1.04/1998 (PT Asuransi Wuwungan, Bank Eksim, Bank Prima, BNI �46 dan Perusahaan Asuransi, PT Dharma Niaga Ltd, Kantor Daerah Telegraf dan Telex, PT Kerta Niaga Ltd dan Percetakan Surabaya).
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifiasi karakteristik koridor Jalan Veteran sebagai kawasan pusat kota lama Surabaya pada masa kolonial dan menganalisis potensi serta permasalahan koridor Jalan Veteran sebagai kawasan Urban Herritage di pusat kota lama Surabaya.
METODE PENELITIAN
Variabel Penelitian
Tabel 1. Variable-Variabel Penelitian
| Permasalahan | Variabel | Sub Variabel |
| Bagaimana karakteristik koridor Jalan Veteran sebagai kawasan pusat kota lama Surabaya pada masa kolonial Belanda | Sejarah perkembangan | � Perkembangan penggunaan lahan � Perubahan fungsi Jalan Veteran |
| Guna lahan | � Kondisi fisik dasar � Fungsi dan skala kegiatan | |
| Sirkulasi | � Jaringan jalan Arus pergerakan kendaraan | |
| Bentuk dan tatanan massa bangunan | � Fasade bangunan � gaya bangunan � Usia bangunan | |
| Apakah potensi dan permasalahan koridor Jl. Veteran sebagai kawasan Urban Herritage di pusat kota lama Surabaya? | Pusat dan sub pusat kawasan | � Fungsi kawasan � Skala pelayanan kegiatan |
| Karakteristik transportasi | � Arus sirkulasi � Perparkiran � Pedestrian | |
| Karakteristik kepadatan bangunan | � KDB � KLB � Skyline � Selubung | |
| Unsur penunjang bangunan dan lingkungan | � Penandaan � Pos polisi lalu lintas � Penyeberangan � Halte dan shelter � Lampu penerangan � Tanaman peneduh � Bis surat dan telepon umum � Tempat sampah � Pedagang Kaki Lima |
Metode Aanalisis Data
� Analisis karakteristik
Digunakan untuk mengetahui karakter koridor Jalan Veteran berdasarkan gambaran umum wilayah studi. Analisis karakteristik bersifat deskriptif dengan menggunakan metode statistik melalui tabel, diagram dan tabel. yang meliputi beberapa aspek, antara lain :
� Analisis perkembangan penggunaan lahan
Analisis perkembangan penggunaan lahan berdasarkan gambaran umum sejarah perkembangan dan penggunaan lahan. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan membandingkan dengan kebijakan pemerintah
� Analisis karakteristik transportasi
Menggunakan gambaran umum kondisi transportasi (jaringan jalan dan arus pergerakan). Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif menggunakan gambar dan tabel
� Analisis intensitas penggunaan lahan
Menggunakan gambaran umum kondisi tata bangunan, terdiri dari analisis Koefisien Dasar Bangunan, Koefisien Lantai Bangunan, Sempadan bangunan dan tampilan bangunan. Metode analisis yang digunakan deskriptif dan membandingkan dengan kebijakan pemerintah
� Analisis potensi dan masalah
Digunakan untuk menentukan potensi dan permsalahan di koridor Jl. Veteran sebagai pertimbangan untuk menentukan konsep pelestarian. Analisis potensi dan masalah terdiri dari :
� Analisis struktur tata ruang kota
Menggunakan gambaran umum penggunaan lahan dan kondisi transportasi. Metode analisis yang digunakan deskriptif menggunakan gambar. Tujuan analisis adalah untuk mengetahui peran dan fungsi Jalan Veteran dalam konstelasi Kawasan Jembatan Merah (pusat kota lama).
� Analisis linkage system
Metode analisis yang digunakan deskriptif dengan menggunakan gambar, tabel dan diagram. Tujuan analisis linkage system adalah untuk mengetahui sistem hubungan yang terjadi di koridor Jalan Veteran sebagai akibat dari struktur tata ruang di Kawasan Jembatan Merah dan memposisikan Jalan Veteran sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Kota Surabaya melalui penataan sistem sirkulasinya.
� Analisis tingkat pelayanan jalan (LOS)
Menggunakan gambaran umum volume kendaraan dan arus pergerakan koridor Jl. Veteran. metode analisis yang digunakan adalah metode evaluatif menggunakan perhitungan Tingkat Pelayanan Jalan (LOS). Tujuan analisis adalah untuk mengetahui nilai Q, V, C dan DS serta klasifikasi pelayanan jalan.
� Analisis figure ground
Metode analisis yang digunakan deskriptif menggunakan gambar. Tujuan penggunaan analisis figure ground adalah untuk mengidentifikasi tekstur dan pola-pola tata ruang (urban fabric), serta mengidentifikasi masalah keteraturan massa/ruang perkotaan.
� Analisis place
Metode analisis yang digunakan statistik deskriptif dengan tabel, diagram dan gambar. Tujuan penggunaan analisis place adalah untuk mengetahui karakter ruang yang terbentuk dari aspek tipologi, morfologi, skala perkotaan dan citra kawasan
� Analisis unsur penunjang bangunan dan lingkungan
Metode analisis yang digunakan adalah evaluatif dengan membandingkan dengan standar dan kebijakan pemerintah. Tujuan analisis unsur penunjang bangunan dan lingkungan adalah untuk mengetahui potensi elemen lingkungan yang sudah dihadirkan dan permasalahan elemen lingkungan yang belum dihadirkan dalam pembentukan identitas Jalan Veteran.
HASIL ANALISIS
Sejarah Perkembangan
Penggunaan lahan di Jalan Veteran dipengaruhi oleh kegiatan CBD di JMP dan Kembang Jepun. Peran Jalan Veteran sebagai jalur penghubung masih berfungsi diakibatkan kegiatan masyarakat di JMP dan Kembang Jepun Pemanfaataan lahan yang ada sudah sesuai dengan arahan RTRK UP Krembangan Selatan Skala pelayanan kegiatan di koridor Jalan Veteran masih bisa ditingkatkan menjadi skala regional dan kota
Aanalisis Struktur Tata Ruang Kota
Pusat kawasan Jembatan Merah terletak di koridor jalan-jalan utama yaitu sekitar JMP � Jl. Veteran �Jl. Kebonrojo. Kawasan Jembatan Merah diindikasikan memiliki skala pelayanan kota sebagai pusat perkantoran swasta jasa dan perdagangan. Koridor Jalan Veteran diindikasikan memiliki skala kota sebagai pusat perkantoran swasta dan jasa. Jl. Kebonrojo merupakan pusat aglomerasi fasilitas umum. Bagian kawasan Jembatan Merah yang dapat diarahkan untuk fungsi sub pusat kawasan antara lain Jl Kepanjen-Jl. Indrapura, Jl. Rajawali bagian Barat, Jl. Krembangan Barat dan Jl. Krembangan Besar
Analisis Linkage System
� Arah pergerakan di koridor Jalan Veteran dimulai dan diakhiri oleh keterbukaan ruang sebagai antiklimaks dari lorong sikuen Jalan Veteran dan menegaskan perbedaan skala fisik jalan.
� Fluktuasi kendaraan tertinggi terjadi pada hari sibuk sore hari sebesar 7043 kendaraan/jam, disebabkan arus pergerakan orang yang pulang kerja dari kawasan JMP dan Kembang Jepun
� Arus pergerakan di koridor Jalan Veteran terdiri dari arus menerus sebesar 82% dan arus tarikan/lokal sebesar 18%. Arus menerus di koridor Jalan Veteran 74% berasal dari Jl. Jembatan Merah, 15% berasal dari Jl. Cenderawasih, 7% dari Jl. Sikatan, 2% dari Jl. Gatotan dan Jl. Niaga Dalam
� Koridor Jl. Veteran memiliki rata-rata lalu lintas harian sebesar 3492,43 smp/jam, kecepatan arus bebas 53 Km/jam, kapasitas jalan sebesar 6072 smp/jam dan tingkat pelayanan C yang menunjukkan bahwa kondisi lalu-lintas yang ada di Jalan Veteran masih tergolong cukup lancar
� Beberapa faktor yang menyebabkan kurang berfungsinya jalur pedestrian Jalan Veteran adalah kurang berfungsinya tanaman peneduh karena baru setingi 1-1,5 meter, terdapat tumpukan sampah pada titik-titik tertentu yang menimbulkan bau dan pemandangan tidak sedap dan PKL yang menggunakan badan pedestrian sebagai lahan berjualan menyebabkan pejalan kaki tidak dapat menggunakan pedestrian.
Identitas Kawasan
� Ruangan koridor Jalan Veteran memiliki sifat ground yang figuratif. Ruang perkotaan yang terbentuk bersifat massif dengan tipe blok tunggal dan memiliki sifat yang penting yaitu sebagai penyambung. Sudut pandang yang terbentuk di koridor Jalan Veteran yaitu antara 130 sampai 520. Perbandingan antara batas vertikal koridor dengan jarak pandang pengamat sudah harmonis
� Elemen citra kawasan yang dapat diidentifikasi di Jl. Veteran antara lain path (Jl. Rajawali-Jl. Jembatan Merah-Jl. Veteran-Jl. Kebonrojo), edge (Sungai Kalimas, sebagai pemisah kegiatan perkantoran jasa di Jl. Veteran dengan kegiatan permukiman di Kembang Jepun), dan landmark, yaitu Kantor Pos Besar (landmark periode sebelum tahun 1970), Pertamina UPDN V/Societeit Concordia (landmark periode 1970-1900), Bank Mandiri/Gedung Borsumij (landmark periode 1900-1940) dan Bank BCA (landmark setelah tahun 1940-an)
Unsur Penunjang Bangunan dan Lingkungan
� Unsur penunjang bangunan dan lingkungan yang terdapat di koridor Jalan Veteran terdiri dari fasilitas penyeberangan, lampu penerangan, tanaman peneduh, pos polisi, pos parkir, signage dan PKL
� Elemen-elemen street furniture di pedestrian Jalan Veteran belum dihadirkan secara optimal sebagai pembentuk identitas Jalan Veteran. Elemen street furniture yang belum dioptimalkan yaitu halte/shelter, tempat sampah, tanaman peneduh dan penandaan
Intensitas Penggunaan Lahan
� KDB rata-rata di koridor Jl. Veteran sebesar 100% dan GSmB bangunan kuno di koridor Jalan Veteran memiliki jarak GSmb sebesar 0 meter, sedangkan bangunan baru memiliki jarak GSmB antara 3 � 10 meter, artinya semua lahan sudah dimanfaatkan secara maksimal.
� KLB rata-rata di Jalan Veteran berkisar antara 50 � 150 %. Dalam pengembangannya masih bisa ditingkatkan dengan pertimbangan skala ruang harmonis, karakter ruang dan kebijakan pemerintah
� Skyline pada koridor Barat memiliki garis yang datar karena keseragaman dalam hal ketinggian bangunan dan jumlah lantai, yaitu 10 meter (1-2 lantai). Skyline koridor timur lebih bervariasi daripada koridor Barat, di sisi Utara skyline datar kemudian di tengah koridor skyline naik dengan tajam karena ketinggian Bank BCA yang mencolok (30 m) kemudian skyline turun dengan drastis dan kembali datar seperti sisi Utara. Tampilan bangunan di koridor Jalan Veteran didominasi bangunan kolonial (gaya Nieuwe Bouwen, Indische Empire Stijl, De Stijl, Niuwe Zakelijkheid, rasionalisme dan modern 1900) dengan kesamaan bentuk atap (perisai dan datar), bentuk ornamentasi dan irama fasade
Analisis Nilai Makna Kultural
Metode yang digunakan metode Analytic Hierarchy Process dan Strugess. Variabel yang digunakan estetika (A1), keterawatan (A2), keaslian (A3), kelangkaan (B1), keluarbiasaan (B2) dan citra kawasan (C). Hasil analisis nilai makna kultural sebagai berikut:
Tabel 2. Total Nilai Makna Kultural
| No. | Nama bangunan | A1 | A2 | A3 | B1 | B2 | C | Total nilai |
| 4 | Air Mancur | 0.90 | 0.00 | 0.42 | 0.00 | 0.00 | 0.00 | 1.32 |
| 13 | JASPIS | 1.56 | 0.00 | 0.60 | 0.00 | 0.00 | 0.00 | 2.16 |
| 12 | - | 1.64 | 0.00 | 0.57 | 0.00 | 0.00 | 0.00 | 2.21 |
| 19 | Asuransi Wuwungan | 1.22 | 0.62 | 0.41 | 0.76 | 0.72 | 0.00 | 3.32 |
| 21 | - | 1.60 | 0.44 | 2.01 | 0.82 | 0.00 | 0.00 | 4.87 |
| 2 | Warnet | 0.90 | 1.50 | 1.06 | 0.00 | 0.00 | 1.85 | 5.31 |
| 3 | Seriti Fotokopi | 0.86 | 1.46 | 1.14 | 0.00 | 0.00 | 1.85 | 5.31 |
| 8 | Kantor PT. Aneka Jasa Nusantara | 0.98 | 1.20 | 1.30 | 0.85 | 0.00 | 0.00 | 6.74 |
| 9 | Ruko ACA | 0.40 | 3.04 | 0.54 | 0.00 | 0.00 | 3.64 | 6.86 |
| 18 | Bank BCA | 0.46 | 3.20 | 0.00 | 0.00 | 1.50 | 1.85 | 7.01 |
| 15 | Ruko | 0.44 | 2.68 | 0.58 | 0.00 | 0.00 | 3.70 | 7.40 |
| 20 | Nyiur Cafe | 1.10 | 2.40 | 1.86 | 0.80 | 0.00 | 1.79 | 7.95 |
| 7 | Gedung Jasaraharja | 3.88 | 0.44 | 1.24 | 1.44 | 0.00 | 1.72 | 9.16 |
| 11 | Kantor Telegraf dan Fax | 2.56 | 1.10 | 2.40 | 2.49 | 0.62 | 1.79 | 10.96 |
| 5 | Gereja Bethany Rajawali | 1.92 | 2.75 | 1.18 | 2.67 | 0.65 | 3.03 | 12.20 |
| 6 | Gedung Asuransi dan BNI �46 | 3.25 | 0.47 | 2.95 | 2.55 | 0.67 | 1.74 | 13.37 |
| 22 | Dharma Niaga | 2.36 | 1.47 | 3.00 | 2.67 | 0.69 | 5.55 | 15.74 |
| 10 | Gedung Percetakan | 2.48 | 1.32 | 2.95 | 3.32 | 0.74 | 7.04 | 17.85 |
| 23 | Bank Mandiri | 2.36 | 2.55 | 3.10 | 3.36 | 0.63 | 7.28 | 19.28 |
| 17 | Bank Prima Master | 2.32 | 2.70 | 2.36 | 3.96 | 0.49 | 8.95 | 20.78 |
| 1 | Asuransi Jiwasraya | 3.50 | 1.92 | 3.25 | 2.88 | 0.69 | 8.85 | 21.09 |
| 14 | Kantor Pos Besar | 2.68 | 2.20 | 2.85 | 4.70 | 2.52 | 7.08 | 22.03 |
| 16 | Pertamina UPDN V | 2.48 | 2.04 | 2.75 | 4.30 | 2.10 | 8.85 | 22.52 |
KESIMPULAN DAN SARAN
Karakteristik Koridor
Berdasarkan analisis kesimpulan yang dapat diambil mengenai karakteristik koridor Jl. Veteran adalah sebagai berikut :
� Perkembangan fungsi Jl. Veteran dimulai pada periode 1870 sebagai kawasan permukiman Eropa dan pada periode 1900-1940 menjadi pusat niaga Kota Surabaya dan ditandai dengan pembangunan gedung-gedung milik VOC. Perkembangan Jl. Veteran disebabkan oleh dihancurkannya benteng kota pada tahun 1871, sistem Culture Steel, dibukanya Jalan Veteran sebagai jalur distribusi hasil kebun, tahun 1920-an sebagai tahun pemantapan kekuasaan VOC dan kegiatan perkebunan VOC yang menarik banyak arsitek Belanda datang ke Surabaya
� Penggunaan lahan di Jalan Veteran dan peran sebagian jalur penghubung masih bertahan karena dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat CBD di JMP dan Kembang Jepun
� Pusat kawasan Jembatan Merah terletak di koridor jalan-jalan utama yaitu sekitar JMP � Jl. Veteran �Jl. Kebonrojo
� Kawasan Jembatan Merah diindikasikan memiliki skala pelayanan kota sebagai pusat perkantoran swasta jasa dan perdagangan, koridor Jalan Veteran diindikasikan memiliki skala kota sebagai pusat perkantoran swasta dan jasa, serta Jl. Kebonrojo merupakan pusat aglomerasi fasilitas umum
� Bagian kawasan Jembatan Merah yang dapat diarahkan untuk fungsi sub pusat kawasan antara lain Jl Kepanjen-Jl. Indrapura, Jl. Rajawali bagian Barat, Jl. Krembangan Barat dan Jl. Krembangan Besar
� Arus pergerakan yang terjadi di koridor Jalan Veteran terdiri dari arus menerus sebesar 82% dan arus tarikan/lokal sebesar 18%. Arus menerus di koridor Jalan Veteran 74% berasal dari Jl. Jembatan Merah, 15% berasal dari Jl. Cenderawasih, 7% dari Jl. Sikatan, 2% dari Jl. Gatotan dan Jl. Niaga Dalam
� Koridor Jl. Veteran merupakalan dengan klasifikasi tingkat pelayanan C yang menunjukkan bahwa kondisi lalu-lintas yang ada di Jalan Veteran masih tergolong cukup lancar
� Berdasarkan perbandingan massa dan void, ruangan di koridor Jalan Veteran memiliki sifat ground yang figuratif dan memiliki tipologi ruang dinamis dengan skala ruang harmonis/netral
� Elemen-elemen street furniture di pedestrian Jalan Veteran belum dihadirkan secara optimal sebagai pembentuk identitas Jalan Veteran. Elemen street furniture yang belum dioptimalkan yaitu halte/shelter, tempat sampah, tanaman peneduh dan penandaan
� KDB rata-rata di koridor Jl. Veteran sebesar 100% dan GSmB bangunan kuno di koridor Jalan Veteran memiliki jarak GSmb sebesar 0 meter, sedangkan bangunan baru memiliki jarak GSmB antara 3 � 10 meter, artinya semua lahan sudah dimanfaatkan secara maksimal. Oleh sebab itu dalam pengembangannya diarahkan pembangunan secara vertikal
� Skyline pada koridor Barat memiliki garis yang datar karena keseragaman dalam hal ketinggian bangunan dan jumlah lantai, yaitu 10 meter (1-2 lantai). Skyline koridor timur lebih bervariasi daripada koridor Barat, di sisi Utara sklyline datar kemudian di tengah koridor skyline naik dengan tajam karena ketinggian Bank BCA yang mencolok (30 m) kemudian skyline turun dengan drastis dan kembali datar seperti sisi Utara.
Potensi dan Permasalahan
Berdasarkan analisis karakteristik, maka potensi yang dapat diidentifikasi di koridor Jl. Veteran adalah :
� Kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian di koridor Jalan Veteran melalui penetapan SK Cagar Budaya, Perda no. 5 tahun 2005 dan arahan tata ruang dalam RTRK UP Krembangan Perak 2003 ;
� Peran Jalan Veteran sebagai kawasan niaga yang tidak berubah sejak masa kolonial karena lokasi Jl. Veteran yang dekat dengan pusat grosir JMP dan Kembang Jepun ;
� Jalan Veteran memiliki skala pelayanan kota dan regional dalam konstelasi Kota Surabaya yang dapat dipertahankan agar vitalitas Jalan Veteran sebagai situs cagar budaya tetap terjaga dan tidak menjadi kawasan mati ;
� Fungsi Jalan Veteran sebagai salah satu jalan utama pembentuk old CBD Jembatan Merah tetap bertahan sejak masa kolonial karena kondisi fisik dan geometri Jalan Veteran masih baik dan tidak ada kerusakan;
� Koridor Jalan Veteran memiliki kesan ruang yang netral/harmonis; dan
� Kesamaan tipologi bangunan perkantoran dan jasa. Kesamaan tipologi bangunan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menciptakan keselarasan tampilan bangunan..
Permasalahan yang dapat diidentifikasi di koridor Jl. Veteran antara lain :
� Arah arus pergerakan satu arah dari Utara, mempengaruhi arah pandang pengamat terhadap bangunan kuno di koridor Jalan Veteran.
� Fluktuasi kendaraan tertinggi pada hari sibuk sore hari sebesar 7043 kendaraan/jam. Jumlah LHR yang tinggi dapat mempengaruhi struktur dan konstruksi bangunan, terutama bangunan kuno yang tidak pernah mengalami perbaruan struktur/konstruksi ;
� Prosentase arus tarikan/lokal lebih kecil daripada arus menerus, yaitu sebesar 20%. Sebagai pusat kawasan, koridor Jalan Veteran menjadi pusat akumulasi kegiatan masyarakat, sehingga seharusnya prosentase arus tarikan lebih besar daripada prosentase arus menerus ;
� Konflik antara pengguna kendaraan pribadi dengan angkutan umum karena tidak teraturnya kegiatan perpindahan moda dan tidak tersedianya halte.
� Fungsi Jalan Veteran sebagai pusat kawasan tidak disertai dengan penambahan lahan parkir untuk menampung penambahan aktifitas masyarakat di koridor Jalan Veteran;
� Konflik antara parkir untuk bongkar muat barang, konsumen dan karyawan kantor, sehingga umumnya karyawan menggunakan bangunan kosong (Asuransi Jiwasraya dan Kantor Telegraf) untuk lahan parkirnya;
� Konflik antara pejalan kaki dengan parkir on street, karena parkir on street menggunakan badan jalan dan pedestrian sebagai lokasi; dan
� Elemen-elemen street furniture di pedestrian Jalan Veteran belum dihadirkan secara optimal sebagai pembentuk identitas Jalan Veteran.
DAFTAR PUSTAKA
Antariksa. 2005. �Permasalahan Konservasi dalam Arsitektur dan Perkotaan�, Jurnal Sains dan Teknologi EMAS Vol. 15, Februari, 2005, Hal 64 � 78
Anonim. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Lingkungan Cagar Budaya. Surabaya: Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya
Budihardjo, Eko. 2003. �Konservasi dalam Perancangan Kota Studi Kasus : Kawasan Cihapit, Bandung�, Jurnal Arsitektur KOMPOSISI Vol. 1, April 2003, Hal 1 - 12
Eni, SP. 2000. �Konsep Pedestrian Mall�. Jurnal EMAS Nomor 21. Mei 2000. Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia
Handinoto. 1996. Perkembangan Kota dan Arsitektur Colonial Belanda di Surabaya (1870-1940), Yogyakarta: Penerbit ANDI Yogyakarta
Hartono, Samuel. 2005. �Alun-alun dan Revitalisasi Identitas Kota Tuban�, Jurnal Dimensi Arsitektur Volume 33, Desember, 2005, Hal. 131-142
Kwanda, Timoticin. 2004. �Desain Bangunan Baru Pada Kawasan Pelestarian di Surabaya�, Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur, Desember, 2004, Hal. 102-109
Kwanda, Timoticin. 2004. �Potensi dan Masalah Kota Bawah Surabaya Sebagai Kawasan Pusaka Budaya�, Makalah disampaikan pada The 1st International Urban Conference, Surabaya: tanggal 23-25 Agustus 2004
Pontoh, Nia Kurniasih. 1992. �Preservasi dan Konservasi: Suatu Tinjauan Teori Perancangan Kota�, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Desember, 1992, hal. 34-39
Tulisan di atas telah dipresentasikan dalam SEMINAR NASIONAL ARSITEKTUR (di)
Copyright � 2010 by Antariksa
0 komentar:
Posting Komentar